Inovasi yang dilakukan masyarakat Kelurahan Sungai Lulut RT 7, Kecamatan Banjarmasin Timur ini, memang patut dicontoh oleh masyarakat kelurahan lain yang ada di Kota Banjarmasin.
Betapa tidak, untuk mengurangi sampah yang berserakan di sungai, mereka menciptakan sebuah gerakan Aku Bangga Sungai Bebas Sampah (ABAH).
Hebatnya lagi, kelurahan tersebut akhirnya terpilih mewakili Kota Banjarmasin di tingkat provinsi dalam lomba kebersihan.
Karenannya, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menyatakan apresiasinya atas inovasi yang telah dilakukan dan dilaksanakan masyarakat di kelurahan tersebut.
Menurutnya, untuk membangun daerah diperlukan inovasi yang mudah dipahami dan dimengerti seluruh lapisan masyarakat. “Inovasi itu penting dan inovasi itu tidak mesti harus wah, yang sederhana saja cukup,” ujarnya,” Sabtu (14/07).
Pemimpin Bumi Kayuh Baimbai ini datang ke Kelurahan Sungai Lulut bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, sambil bersepeda bersama tim Gowes Kayuh Baimbai, dan dihadapan masyarakat setempat ia kembali mengucapkan, rasa terima kasihnya kepada pencetus inovasi tersebut, Puskemas Sungai Lulut, dan Ketua RT 7 yang telah berhasil mengajak masyarakatnya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungannya. “Insya Allah, nanti kami akan promosikan menjadikan kampung percontohan untuk kebersihan sampah,” katanya. 
Mudah-mudaan, lanjutnya lagi, dengan adanya inovasi ABAH, ke depannya bisa mewakil Kota Banjarmasin hingga ketingkat Nasional dalam lomba kebersihan lingkungan. “Pesan saya pertahankan inovasi ini, jangan hanya karena ada lomba, tapi betul-betul untuk kebersihan bersama. Mudah-mudahan semakin banyak program yang kita lakukan dan bisa ditiru RT dan Lurah di Kota Banjarmasin,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat kota berjuluk seribu sungai agar mengalakan penggunaan wadah ramah lingkungan. “Pastikan di sepeda motor dan mobil ada kantong belanja, jadi dimanapun mau berbelaja bawa kantong sendiri. Itu yang bisa kita lakukan untuk tidak mencemari lingkungan, dan mudahan menjadi amal jariah,” pungkasnya.
Pencetus program inovasi ABAH, Vita, menjelaskan, cikal bakal terciptanya inovasi tersebut berawal dari rasa keprihatinannya terhadap kebersihan lingkungan di kawasan tersebut. “Inovasi ABAH kami mulai sejak tahun 2016. Inovasi itu muncul dari permasalahan masih banyak rumah tangga buang sampah ke sungai. Kemudian masalah kurangnya tempat sampah. Setelah melalui sosialisasi dan sudah banyak masyarakat yang mengetahui pengetahuan tentang pentingnya kebersihan, kemudian kami bersama warga mencentuskan inovasi ABAH,” tuturnya.

Sumber :(humpro-bjm)
Axact

Bagian Pemerintahan

Semoga informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat bagi Anda, terima kasih. #Admin

Post A Comment:

0 comments: